Monday, August 24, 2026
HomePerbankanKarya Kreatif Indonesia 2026: Peran Serta UMKM Binaan KPwBI Provinsi Jawa Timur...

Karya Kreatif Indonesia 2026: Peran Serta UMKM Binaan KPwBI Provinsi Jawa Timur untuk Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

lintasekonomi.com | JAKARTA – Bank Indonesia menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. KKI tahun ini mengangkat semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh, yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama.

Gelaran ini juga menjadi bentuk upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. Gelaran Bank Indonesia yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.

Turut serta pada momen tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Zulverdi.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 bersinergi dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis. KKI 2026 menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar UMKM. Kegiatan ini turut didukung dan dihadiri pula oleh para duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha lainnya.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026.

KKI 2026, yang merupakan penyelenggaraan ke-11 kalinya, menghadirkan lima aspek kebaruan. Program berdampak nyata melalui CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak (zero emision dan zero waste to landfill) dan pengembangan zona hijau.

Selama 4 hari pelaksanaan acara, pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Talkshow ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan digelar secara daring dan luring, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, serta berbagai kegiatan aktivasi, ruang interaksi dan instalasi hijau. KKI 2026 menampilkan beragam produk UMKM hasil kurasi, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata. Sejumlah produk unggulan Jawa Timur turut ditampilkan, mulai dari kopi , hingga kriya dan produk pangan olahan, termasuk keikutsertaan dalam business matching pembiayaan dan ekspor.

Gelaran KKI 2026 bagi UMKM Jawa Timur

Peran strategis UMKM sebagai pilar perekonomian Jawa Timur tecermin dari banyaknya jumlah pelaku yang mencapai  2,57 juta unit usaha, menyerap 96,3% tenaga kerja, dan berkontribusi lebih dari 57% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur. Sebagai salah satu provinsi dengan basis UMKM terbesar di Indonesia, UMKM Jawa Timur terus didorong menjadi penggerak utama ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur secara konsisten membina UMKM melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi. Sampai saat ini, KPwBI Provinsi Jawa Timur telah membina 67 UMKM yang tersebar di berbagai sektor unggulan, mulai dari wastra, kriya, fesyen, hingga kopi dan makanan-minuman olahan. Pembinaan ini terbukti mendorong UMKM naik kelas, memperluas serapan tenaga kerja, dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Jawa Timur.

Sebagai wujud nyata pembinaan dan perluasan akses pasar, pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 ini sebanyak 17 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur juga mengikuti pameran di venue acara dan 55 UMKM lainnya mengikuti pameran secara online. Keikutsertaan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan visibilitas, daya saing, dan akses pasar UMKM Jawa Timur, baik di tingkat nasional maupun global, sekaligus mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Untuk itu, KPwBI Provinsi Jawa Timur juga mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan bangga pada produk buatan UMKM Jawa Timur serta mendukung UMKM untuk bangkit dan berdaya saing. (acs)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments